Peran dan Fungsi Mahasiswa di Era Milenialis
Assalamualaikum Wr.Wb
Era milenials
menjadi sebutan bagi orang yang lahir disekitar tahun 1998 dan 1999. Era ini
digambarkan sebagai sebuah periode waktu dimana teknologi semakin berkembang
dengan pesat. Realitasnya jika era milenials ini dikaitkan dengan para
mahasiswa, banyak sekali peran dan fungsi didalamnya. Mungkin orang yang lahir
di tahun di 80'an masih awam tentang apa sebenarnya arti milenials itu. Mahasiswa
sebagai bagian dari part kehidupan pemerintah seharusnya bisa berkontribusi
dengan baik untuk memajukan pendidikan ke arah yang lebih baik.
Menurut beberapa
pendapat era milenials ini banyak dikaitkan dengan perkembangan hidup yang
semakin instan. Yang mana setiap prilaku yang dulunya sulit untuk dikerjakan,
sekarang bisa dikerjakan dengan mudah dalam hitungan menit. Contohnya mahasiswa
dulu jika mengerjakan tugas harus menggunakan mesin tik dengan suara
kebisiangan yang khas. Tetapi untuk era
sekarang orang tinggal mengcopy saja tulisan orang lain tanpa kita mengetiknya lebih
lama dan menghabiskan waktu berjam-jam. Kehidupan yang semakin instan ini membuat
mahasiswa merasa sangat dimanjakan oleh teknoloi.
Jika kita meengok
sejarah pada zaman orde baru, era presiden Suharto mahasiswa trisakti turun kejalanan menuju gedung Nusantara untuk
menurunkan Suharto dari jabatannya sebagai presidan. Dengan rasa nasionalsme
yang bergrlora mereka mempertaruhkan nyawa demi tercapainya kestabilan ekonomi.
Kala itu empat mahasiswa gugur sebagai bunga bangsa, akibat aparat keamanan
menembakan peluru-pelurunya ke arah mahasiswa. Seketika Jakarta menjadi Lautan
Merah penuh darah.
Secara umum
mahasiswa memiliki tiga tanggung jawab yang harus diemban diantaranya
pendidikan/pengajaran, melakukan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan adanya tiga tanggung jawab tersebut, mahasiswa diharapkan dapat
melakukan perubahan perubahan secara nyata. Mahasiswa juga
memiliki peran dan fungsi diantaranya Agent of change, control sosial, dan irone
stock. Mahasiswa sebagai
Agent of change atau Agen perubahan. Setiap mahasiswa harus aktif,
kritis, profesional dalam mengemban suatu tanggung jawab. Dimana mereka
dituntut untuk melakukam perubahan disetiap
bidang yang mereka geluti. Contohnya di bidang
politik, jika mahasiswa merasa acuh akan perkembangan politiknya, rasa
keingin tahuannya berkurang kancah politik akan mengalami keterpurukan karena
lembaga-lembaga negara di kuasai oleh orang-orang yang tidak berkualitas.
Mahasiswa sebagai control sosial dituntut sebagai pelaku dalam masyarakat,
untuk menjadi panutan yang berlandaskan pengerahuan dengan tingkat pendidikan,
norma-norma, pola berfikirnya. Ketika mahasiswa
terjun di lapangan masyarakat apakah mereka akan ditanya IPK kamj berapa dek?,
prestasi apa yang pernah kamu raih?. Apalah artinya angka jika kita belum bisa
membuat perubahan di tengan tengah masyarakat. Yang mereka butuhkan bukan seberapa
besar IQ kalian akan tetapi yang mereka butuhkan kerja nyata dan keberhasilan
dalam menyukseskan bidang bidang masyarakat ke arah yang lebih baik.
Kuatnya pengaruh teknologi membuat orang-orang menjadi
pengikut hedonisme yaitu prilaku yang menganggap bahwa kesenangan dan
kenikmatan materi merupakan tujuan utama dalam hidup. Untuk itu mahasiswa
diharapkan bisa kembali mengingat fungsinya sebagai pelopor perubahan di era
milenial ini. Memang tugas yang diemban cukup berat, tetapi dengan pemikiran
yang kritis, mental yang kuat, bekerja dengan profesional mahasiswa bisa menyesuaikan
diri menghadapi era milenial.
Mahasiswa sebagai iron stock berarti mahasiswa seorang calon pemimpin yang
akan menggantikan generasi yang telah
ada. Sehingga tidak cukup jika mahasiswa hanya belajar saja namun pengalaman
akan kepemimpinan tidak dimiliki. Mahasiswa harus memiliki tiga peran dan
fungsi tersebut agar negara menjadi maju tetap mahasiswa juga harus memiliki
intelektual tinggi dan memiliki akhlak yang kharimah yang berprilaku baik.









